Popular Posts

Wednesday, December 25, 2019

KURANG ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL

KURANG ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL

PENGERTIAN

Menurut Depkes RI (1994) pengukuran LILA pada kelompok wanita usia subur adalah salah satu cara untuk mendeteksi dini yang mudah dan dapat dilaksanakan oleh masyarakat awam, untuk mengetahui kelompok berisiko Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil adalah kekurangan gizi pada ibu hamil yang berlangsung lama (beberapa bulan atau tahun) (DepKes RI, 1999).
Risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah keadaan dimana remaja putri/wanita mempunyai kecenderungan menderita KEK ( Arismas,2009).

Ibu KEK adalah ibu yang ukuran LILAnya < 23,5 cm dan dengan salah satu atau beberapa kriteria sebagai berikut :
 a.Berat badan ibu sebelum hamil < 42 kg. 
b.Tinggi badan ibu < 145 cm. 
c.Berat badan ibu pada kehamilan trimester III < 45 kg.
 d.Indeks masa tubuh (IMT) sebelum hamil < 17,00 
e.Ibu menderita anemia (Hb < 11 gr %) (Weni, 2010). 

PENGUKURAN STATUS GIZI 

1.Pengukuran LILA 

Ada beberapa cara untuk dapat digunakan untuk mengetahui status gizi ibu hamil antara lain memantau pertambahan berat badan selama hamil, mengukur LILA, mengukur kadar Hb. Bentuk adan ukuran masa jaringan adala masa tubuh. Contoh ukuran masa jaringan adala LILA, berat badan, dan tebal lemak. Apabila ukuran ini rendah atau kecil, menunjukan keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi dan protein yang diderita pada waktu pengukuran dilakukan. Pertambahan otot dan lemak di lengan berlangsung cepat selama tahun pertama kehidupan (Arisman,2009). 
Lingkaran Lengan Atas (LILA) mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot yang tidak berpengaruh banyak oleh cairan tubuh. Pengukuran ini berguna untuk skrining malnutrisi protein yang biasanya digunakan oleh DepKes untuk mendeteksi ibu hamil dengan resiko melahirkan BBLR bila LILA < 23,5 cm (Wirjatmadi B, 2007). Pengukuran LILA dimaksudkan untuk mengetahui apakah seseorang menderita Kurang Energi Kronis. Ambang batas LILA WUS dengan risiko KEK di Indonesia adalah 23.5 cm. Apabila ukuran kurang dari 23.5 cm atau dibagian merah pita LILA, artinya wanita tersebut mempunyai risiko KEK, dan diperkirakan akan melahirkan berat bayi lahir rendah ( Arisman, 2007) 
a.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalan pengukuran LILA 
Pengukuran dilakukan dibagian tengah antara bahu dan siku lengan kiri. 
Lengan harus dalam posisi bebas. 
Lengan baju dan otot lengan dalam keadaan tidak tegang atau kencang. 
Alat pengukur dalam keadaan baik dalam arti tidak kusut atau sudah dilipat-lipat sehingga permukaannya tidak rata (Arisman, 2007). 
b.Cara Mengukur LILA
 Tetapkan posisi bahu dan siku 
Letakkan pita antara bahu dan siku. 
Tentukan titik tengah lengan. 
Lingkaran pita LILA pada tengah lengan. 
Pita jangan telalu ketat.
Pita jangan terlalu longgar. 
Cara pembacaan skala yang benar. (Arisman, 2007) 

2.Pengukuran Berat Badan

Berat badan merupakan ukuran antropometris yang paling banyak digunakan karena parameter ini mudah dimengerti sekalipun oleh mereka yang buta huruf ( Arisma, 2009). 
Berat badan adalah satu parameter yang memberikan gambaran masa tubuh. Masa tubuh sangat sensitive terhadap perubahan-perubahan yang mendadak, misalnya karena terserang penyakit infeksi, menurunya nafsu makan atau menurunnya jumlah makan yang dikonsumsi. 
Pada prinsipnya ada dua macam timbangan yaitu beam (lever)balance scales dan spring scale. Contoh beam balance ialah dancing, dan spring scale adalah timbangan pegas. Karena pegas mudah melar timbangan jenis spring scsle tidak dianjurkan untuk digunakan berulang kali, apalagi pada lingkungan yang bersuhu panas. 
Berat badan ideal ibu hamil sebenarnya tidak ada rumusnya, tetapi rumusannya bisa dibuat yaitu dengan dasar penambahan berat ibu hamil tiap minggunya yang dikemukakan oleh para ahli berkisar antara 350-400 gram, kemudian berat badan yang ideal untuk seseorang agar dapat menopang beraktifitas normal yaitu dengan melihat berat badan yang sesuai dengan tinggi badan sebelum hamil, serta umur kehamilan sehingga rumusnya dapat dibuat. 
Dengan berbekal beberapa rumus ideal tentang berat badan, saya (penulis) dapat kembangkan menjadi rumus berat badan ideal untuk ibu hamil yaitu sebagai berikut : Dimana penjelasannya adalah BBIH adalah Berat Badan Ideal Ibu Hamil yang akan dicari. BBI = ( TB – 110) jika TB diatas 160 cm (TB – 105 ) jika TB dibawah 160 cm. Berat badan ideal ini merupakan pengembangan dari (TB-100) oleh Broca untuk orang Eropa dan disesuaikan oleh Katsura untuk orang Indonesia. UH adalah Umur kehamilan dalam minggu. Diambil perminggu agar kontrol faktor resiko penambahan berat badan dapat dengan dini diketahui. 0.35 adalah Tambahan berat badan kg per minggunya 350-400 gram diambil nilai terendah 350 gram atau 0.35 kg . Dasarnya diambil nilai terendah adalah penambahan berat badan lebih ditekankan pada kualitas (mutu) bukan pada kuantitas (banyaknya) (Supriasa, 2002). 

3.Pengukuran Tinggi Badan

Tinggi badan merupakan parameter yang penting bagi keadaan yang telah lalu dan keadaan sekarang, jika umur tidak diketahui dengan tepat. Disamping itu tinggi badan merupakan ukuran kedua yang penting, karena dengan menghubungkan berat badan terhadap tinggi badan , factor umur dapat dikesampingkan. Ibu hamil pertama sangat membutuhkan perhatian khusus. 
Pengukuran tinggi badan bermaksud untuk menjadikanya sebagai bahan menentukan status gizi. Status gizi yang ditentukan dengan tinggi badan tergolong untuk mengukur pertumbuhan linier. Pertumbuhan linier adalah pertumbuhan tulang rangka, terutama rangka extrimitas (tungai dan lengan). Untuk tinggi badan peranan tungkai yang dominan. 
Pengukuran tinggu badan orang dewasa, atau yang sudah bisa berdiri digunakan alat microtoise (baca: mikrotoa) dengan skala maksimal 2 meter dengan ketelitian 0,1 cm. Apabila tidak tersedia mikrotoise dapat digunakan pita fibreglas (pita tukang jahit pakaian) dengan bantuan papan data dan tegak lurus dengan lantai. Pengukuran dengan pita fibreglass seperti ini harus menggukan alat bantu siku-siku. Persyaratan tempat pemasangan alat adalah didinding harus datar dan rata dan tegak lurus dengan lantai. Dinding yang memiliki banduk di bagian bawah (bisanya pada lantai keramik) tidak bisa digunakan. Hal yang harus diperhatikan saat pemasangan mikrotoise adalah saat sudah terpasang dan direntang maksimal ke lantai harus terbaca pada skala 0 cm. 

A.Cara Pengukuran

 Berdiri membelakangi dinding dimana microtoie terpasang dengan posisi siap santai (bukan siap militer), tangan disamping badan terkulai lemas, tumit, betis, pantat, tulang belikat dan kepala menempel di dinding. Pandangan lurus ke depan. Sebagai pegukur harus diperiksa ketentuan ini sebelum membaca hasil pengukuran. Tarik microtiose ke bawah sampai menempel ke kepala. Bagi terukur yang berjilbab agak sedikit ditekan agar pengaruh jilbab bisa diminimalisir. Untuk terukur yang memakai sanggul harus ditanggalkan lebih dahulu atau digeser ke bagia kiri kepala. Saat pengkuran, sandal, dan topi harus dilepas. Baca hasil ukur pada posisi tegak lurus dengan mata (sudut pandang mata dan skala microtoise harus sudut 90 derajat). Pada gambar di atas, apabila terukur lebuh tinggi dai Pengukur, maka pengukur harus menggunakan alat peningi agar posisi baca tegak lurus. Bacaan pada ketelitian 0,1 cm, artinya apabila tinggi terukur 160 cm, harus ditulis 160,0 cm (koma nol harus ditulis). Tinggi badan kurang dari 145 cm atau kurang merupakan salah satu risti pada ibu hamil. Luas panggul ibu dan besar kepala janin mungkin tidak proporsional, dalam hal ini ada dua kemungkinan yang terjadi: a.Panggul ibu sebagai jalan lahir ternyata sempit dengan janin/kepala tidak besar. b.Panggul ukuran normal tetapi anaknya besar/kepala besar. Pada kedua kemungkinan itu, bayi tidak dapat lahir melalui jalan lahir biasa, dan membutuhkan operasi Sesar. 

4.Indeks Masa Tumbuh

Masalah kekurangan dan kelebihan gizi pada orang dewasa (usia 18 tahun keatas) merupakan masalah penting, karena selain mempunyai resiko penyakit-penyakit tertentu, juga dapat mempengarui produktif kerja. Laporan FAO /WHO/UNU tahun 1985 menyatakan bahwa batasan berat badan normal orang dewasa ditentukan oleh Body Mass Index (BMI). 
Di Indonesia istila Body Mass Index diterjemahkan menjadi Indekx Masa Tubuh (IMT) merupakan alat yang sederhana untu memantau status gizi orang dewasa khusunya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan, maka mempertahankan berat badan normal memungkinkan seseorang dapat mencapai usia harapan hidup lebih panjang. Berat badan dilihat dari Quatelet atau body mass Index (IMT). 
Ibu hamil dengan berat badan dibawah normal sering dihubungkan dengan abnormalitas kehamilan, berat badan lahir rendah. Sedangkan berat badan overweight meningkatkan resiko atau terjadi kesulitan dalam persalinan. Indeks massa tubuh (IMT) merupakan rumus matematis yang berkaitan dengan lemak tubuh orang dewasa (Arisman, 2009). 
Penilaian Indeks Masa Tumbuh diperoleh dengan memperhitungkan berat badan sebelum hamil dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat (Yuni, 2009). 
Rumus ini hanya cocok diterapkan pada mereka yang berusia antara 19-70 tahun, berstruktur tulang belakang normal, bukan atlet atau binaragawan. 

Tabel 2.2 Klasifikasi Status Gizi Berdasarkan IMT 
Status Gizi 
IMT KKP I < 16 
KKP II 16,0 -16,9 
KKP III 17,0 - 18,4 
Normal ≤18,5 - < 25 
Obesitas I 25 - 29,9 
Obesitas II 30 – 40 
Obesitas III >40
Sumber: Arisman, 2009

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KURANG ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL

1. Faktor Sosial Ekonomi

Faktor yang berperan dalam menentukan status kesehatan seseorang adalah tingkat sosial ekonomi (FKM UI, 2007). Ekonomi seseorang mempengaruhi dalam pemilihan makanan yang akan dikonsumsi sehari-harinya. Seseorang dengan ekonomi yang tinggi kemudian hamil maka kemungkinan besar sekali gzi yang dibutuhan tercukupi ditambah lagi adanya pemeriksaan membuat gizi ibu hamil semakin terpantau (Weni,2010). Sosial ekonomi merupakan gambaran tingkat kehidupan seseorang dalam masyarakat yang ditentukan dengan variabel pendapatan, pendidikan dan pekerjaan, karena ini dapat mempengaruhi aspek kehidupan termasuk pemeliharaan kesehatan (Notoatmodjo, 2006).

a.Pendidikan
Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik (Umar, 2005). Faktor pendidikan mempengaruhi pola makan ibu hamil, tingkat pendidikan yang lebih tinggi diharapkan pengetahuan atau informasi tentang gizi yang dimiliki lebih baik sehingga bisa memenuhi asupan gizinya (FKM UI, 2007).
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Pendidikan ibu adalah pendidikan formal ibu yang terakhir yang ditamatkan dan mempunyai ijazah dengan klasifikasi tamat SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi dengan diukur dengan cara dikelompokkan dan dipresentasikan dalam masing-masing klasifikasi (Depdikbud, 1997).

b.Pekerjaan
Pekerjaan adalah sesuatu perbuatan atau melakukan sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah guna untuk kehidupan (Kamus Besar Indonesia, 2008). Ibu yang sedang hamil harus mengurangi beban kerja yang terlalu berat karena akan memberikan dampak kurang baik terhadap kehamilannya (FKM UI, 2007). Kemampuan bekerja selama hamil dapat dipengaruhi oleh peningkatan berat badan dan perubahan sikap (Benson Ralph C, 2008). Resiko-resiko yang berhubungan dengan pekerjaan selama kehamilan termasuk :
Berdiri lebih dari 3 jam sehari.
Bekerja pada mesin pabrik terutama jika terjadi banyak getaran atau membutuhkan upaya yang besar untuk mengoperasikannya.
Tugas-tugas fisik yang melelahkan seperti mengangkat, mendorong dan membersihkan.
Jam kerja yang panjang (Curtis Glade B, 1999 ).
Kriteria pekerjaan dapat dibedakan menjadi buruh/pegawai tidak tetap, swasta, PNS/ABRI, tidak bekerja/ibu rumah tangga (Nursalam, 2001).

c.Pendapatan
Penerimaan baik berupa uang maupun barang, baik dari pihak lain maupun pihak sendiri dari pekerjan atau aktivitas yang kita lakukan dan dengan dinilai sebuah uang atas harga yang berlaku pada saat ini. Pendapatan seorang dapat dikatakan meningkat apabila kebutuhan pokok seorangpun akan meningkat. Suatu kegiatan yang dilakukan untuk menafkahi diri dan keluarganya dimana pekerjaan tersebut tidak ada yang mengatur dan dia bebas karena tidak ada etika yang mengatur.
Kemampuan keluarga untuk membeli bahan makanan antara lain tergantung pada besar kecilnya pendapatan keluarga, harga bahan makanan itu sendiri, serta tingkat penggelolaan sumber daya lahan dan pekarangan. Keluarga dengan pendapatan terbatas kemungkinan besar akan kurang dapat memenuhi kebutuhan akan makanannya terutama untuk memenuhi kebutuhan zat gizi dalam tubuhnya. Tingkat pendapatan dapat menentukan pola makan. Pendapatan merupakan faktor yang paling menentukan kualitas dan kuantitas hidangan. Semakin banyak mempunyai uang berarti semakin baik makanan yang diperoleh dengan kata lain semakin tinggi penghasilan, semakin besar pula prosentase dari penghasilan tersebut untuk membeli buah, sayuran dan beberapa jenis bahan makanan lainnya (FKM UI, 2007).

2.Faktor Jarak Kelahiran

Ibu dikatakan terlalu sering melahirkan bila jaraknya kurang dari 2 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa apabila keluarga dapat mengatur jarak antara kelahiran anaknya lebih dari 2 tahun maka anak akan memiliki probabilitas hidup lebih tinggi dan kondisi anaknya lebih sehat dibanding anak dengan jarak kelahiran dibawah 2 tahun. Jarak melahirkan yang terlalu dekat akan menyebabkan kualitas janin/anak yang rendah dan juga akan merugikan kesehatan ibu. Ibu tidak memperoleh kesempatan untuk memperbaiki tubuhnya sendiri (ibu memerlukan energi yang cukup untuk memulihkan keadaan setelah melahirkan anaknya). Dengan mengandung kembali maka akan menimbulkan masalah gizi ibu dan janin/bayi berikut yang dikandung (Baliwati, 2006). Berbagai penelitian membuktikan bahwa status gizi ibu hamil belum pulih sebelum 2 tahun pasca persalinan sebelumnya, oleh karena itu belum siap untuk kehamilan berikutnya (FKM UI, 2007). Selain itu kesehatan fisik dan rahim ibu yang masih menyusui sehingga dapat mempengaruhi KEK pada ibu hamil. Ibu hamil dengan persalinan terakhir ≥ 10 tahun yang lalu seolah-olah menghadapi kehamilan atau persalinan yang pertama lagi. Umur ibu biasanya lebih bertambah tua. Apabila asupan gizi ibu tidak terpenuhi maka dapat mempengaruhi KEK pada ibu hamil.
Kriteria jarak kelahiran dibagi menjadi 2, yaitu :
Resiko rendah (≥ 2 tahun sampai < 10 tahun).
Resiko tinggi (< 2 tahun atau ≥ 10 tahun) (Rochjati P, 2003).

3. Faktor Paritas

Paritas (jumlah anak) merupakan keadaan wanita yang berkaitan dengan jumlah anak yang dilahirkan. Paritas juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi ibu hamil. Paritas merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap hasil konsepsi. Perlu diwaspadai karena ibu pernah hamil atau melahirkan anak 4 kali atau lebih, maka kemungkinan banyak akan ditemui keadaan :
Kesehatan terganggu : anemia, kurang gizi.
Kekendoran pada dinding perut dan dinding rahim.
Kriteria paritas (jumlah anak) dibagi menjadi 2, yaitu :
Partas rendah (< 4x kelahiran).
Paritas tinggi (≥ 4x kelahiran).
Paritas (jumlah anak) merupakan keadaan wanita yang berkaitan dengan jumlah anak yang dilahirkan. Paritas juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi ibu hamil. Paritas merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap hasil konsepsi. Perlu diwaspadai karena ibu pernah hamil atau melahirkan anak 4 kali atau lebih, maka kemungkinan banyak akan ditemui keadaan :
Kesehatan terganggu : anemia, kurang gizi.
Kekendoran pada dinding perut dan dinding rahim.
Kriteria paritas (jumlah anak) dibagi menjadi 2, yaitu :
Partas rendah (< 4x kelahiran).
Paritas tinggi (≥ 4x kelahiran) (Roechjati P, 2003).

DAFTAR PUSTAKA

Alimul, A.H. 2008. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta: Salemba Medika
Alimul, A.H. 2009. Metode Penelitian Kebidanan Teknnik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta
Depdikbud. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka
Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta
Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Prawirohardjo,Sarwono. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono
Rukiyah. 2009. Asuhan Kebidanan I (Kehamilan). Jakarta: TIM
Suyanto. 2009. Riset Kebidanan Metodologi dan Aplikasi. Jogjakarta: Mitra Cendikia Press
Yuni. 2009. Perawatan Ibu Hamil. Jogyakarta : Fitramaya
Weni. 2010. Gizi Ibu Hamil. Jogyakarta : Muha Medika
Depkes RI. 1996. Pedoman Penaggulangan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis. Jakarta : Direktorat Pembinaan Kesehatan Masyarakat
Arisman. 2007. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta : EGC
Proverawati. 2009. Buku Ajar Gizi Untuk Kebidanan. Jogyakarta : Muha Medika
Anonym. 2011. Upah Minimum Regional (http://Informasi Upah Minimum Regional (UMR) Jombang Tahun 2010,2011.com/)
Rochjati,Poedji. 2003. Skrining Antenatal Pada Ibu Hamil. Surabaya : FK UNAIR
Arisman. 2009. Gizi Dalam Daur Keidupan. Jogyakarta : Muha Medika

Thursday, October 3, 2019

 Cara Mengatasi Anak Tantrum

Praktek Dokter & Apotik Anugerah Farma
Jln. Sm.Amin No.65 Jaya Mukti - Dumai



Tantrum pada anak adalah keadaan ketika anak mengeluarkan emosi dengan cara mengamuk, marah, menangis kencang, hingga membanting barang-barang. Biasanya, tantrum terjadi saat ia memiliki dua emosi yang kuat, yaitu kemarahan dan kesedihan yang berlebihan. Tantrum biasanya dialami oleh anak yang berusia 1-4 tahun. Ketika Si Kecil mengalami tantrum, sebaiknya jangan panik dan ikut terbawa emosi. Ada beberapa cara yang bisa lakukan untuk mengatasi tantrum pada anak.


PENYEBAB TANTRUM PADA ANAK
Tantrum umumnya disebabkan oleh terbatasnya kemampuan bahasa anak untuk mengekspresikan perasaannya. Sehingga mereka hanya bisa meluapkan emosinya dengan cara meronta, berteriak, menangis, menjerit, serta menghentakkan kedua kaki dan tangannya ke lantai.

Selain itu, tantrum juga bisa menjadi ajang anak melakukan observasi dan mengenali cara mendapatkan keinginanannya. Misalnya, saat anak mengamuk untuk mendapatkan sesuatu dan Bunda menuruti keinginannya, ia akan mengulangi cara tersebut di kemudian hari. Jika terus dibiarkan, hal tersebut bisa menjadi kebiasaan buruk bagi Si Kecil.

KENALI BATASAN TANTRUM PADA ANAK :


Memiliki frekuensi mengamuk yang sering

Anak-anak yang belum bersekolah akan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama anggota keluarganya. Perhatikan jika ia mengalami tantrum sekitar 10 sampai 20 kali dalam satu bulan di rumah, atau lebih dari 5 kali amukan sehari yang terjadi selama beberapa hari. Jika buah hati Anda mengalami tanda-tanda ini, kemungkinan ia berisiko untuk mengalami masalah kejiwaan yang serius.

Saat mengamuk, berkali-kali melakukan kontak fisik dengan orang lain
Bukan hal yang aneh saat si kecil mengalami tantrum hingga menendang atau bahkan memukul orang terdekat mereka. Tantrum pada anak yang tidak normal bisa dinilai dengan melihat perilakunya saat mengamuk.

Jika sudah sering melakukan kontak fisik seperti memukul, mencubit atau bahkan menendang orang-orang di sekitarnya, maka ini sudah di luar batas wajar. Bahkan pada beberapa kasus, keluarga lebih memilih melindungi diri mereka karena kesulitan meredakan amarah si kecil. Waspada akan hal ini, sebab hal ini bisa jadi tanda bahwa si kecil memiliki gangguan pada dirinya.

Marah hingga melukai diri sendiri
Bila si kecil marah dan mengamuk hingga melukai dirinya sendiri, maka itu tanda bahwa ia mungkin mengalami masalah kesehatan mental tertentu. Pada beberapa anak dengan depresi berat, akan cenderung untuk menggigit, mencakar, membenturkan kepala ke dinding, bahkan menendang berbagai beda di sekitarnya ketika ia sedang marah. 

 Mengamuk dalam waktu yang lama
Anak tantrum dalam durasi yang sebentar saja sudah bikin orangtua pusing, apalagi jika anak mengamuk dalam waktu yang cukup lama, misalnya hingga 20 atau bahkan 30 menit. Jika anak memang mengalami gangguan mental, maka durasi waktu mengamuknya akan lebih lama dan konstan dibandingkan dengan anak normal.
Misalnya, pada anak yang normal, ia akan mengamuk pada 1 jam pertama dan periode tantrum selanjutnya hanya 20-30 detik saja. Akan tetapi bila si kecil punya masalah dengan kesehatan mentalnya, maka ia akan mengamuk selama 25 menit dan tak berhenti. Jadi, saat ia mengamuk di waktu berikutnya maka akan memakan waktu selama 25 menit atau lebih. 

CARA MENGATASI ANAK TANTRUM:

Tetap Tenang
Saat tantrum pada anak terjadi, orangtua harus tetap tenang. Jangan balas berteriak atau memaksa anak. Sikap orangtua yang tenang akan membuat tantrumnya lebih mudah diatasi karena emosi yang terkontrol.
Peluk Anak
Saat anak sedang tantrum, peluk dan dekap erat hingga ia tenang. Jangan sampai melakukan kekerasan fisik karena merasa kesal melihatnya menjerit-jerit dan menangis. Memberi pelukan juga bisa membuat Ibu berkepala dingin dalam menghadapi tantrum pada anak.

Ketahui Penyebab Tantrum
Penyebab tantrum pada anak bermacam-macam, seringkali karena keinginannnya tidak tercapai atau ia mengalami kesulitan dalam mengungkapkan isi hatinya. Ketahui penyebab tantrum, lalu beri penjelasan yang tenang pada anak.

Jangan Beri Imbalan
Hal lain yang seringkali dilakukan banyak orangtua adalah menjanjikan imbalan saat anak sedang tantrum. Hal ini bisa membuat kebiasaan buruk baginya, dan ia akan sengaja sering tantrum untuk mendapat imbalan. Meski begitu, saat ia kembali tenang beri pujian karena telah bersikap baik setelah meluapkan emosi.

Ajari Berkomunikasi dengan Baik
Saat tantrum pada anak mereda, ajarkan padanya untuk mengkomunikasikan apa yang ia inginkan dengan baik dan jelas karena Ibu tidak mengerti apa yang ia inginkan bila anak marah-marah. Dengan begitu, mencegahnya untuk kembali tantrum setiap keinginannya tidak terpenuhi.

Tuesday, October 1, 2019

Kenali Penyakit TBC (Tuberculosis Paru)

Bagaimana penyakit TBC menular?

Penyakit TBC menular ketika pengidap TB mengeluarkan dahak atau cairan liur dari mulutnya yang berisi kuman M. tuberculosis ke udara — misalnya saat batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, atau bahkan tertawa — dan kemudian dihirup oleh orang lain. Kuman yang keluar dari batuknya pengidap TB dapat bertahan di udara lembap yang tidak terpapar sinar matahari selama berjam-jam. Akibatnya, setiap orang yang berdekatan dan berinteraksi dengan penderita TB secara langsung berpotensi menghirupnya sehingga akhirnya tertular.

Seberapa lama kuman TB dapat bertahan hidup di luar tubuh penderita?

Menurut data milik Kemenkes RI dalam Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis, untuk satu kali batuk seseorang biasanya bisa menghasilkan sekitar 3.000 percikan air liur.
Kuman penyebab TB umumnya dapat bertahan hidup di udara bebas selama satu sampai dua jam, tergantung dari ada tidaknya paparan sinar matahari, kelembapan, dan ventilasi.
Kuman yang terpapar sinar ultraviolet langsung akan mati dalam beberapa menit. Namun, kuman dapat terus hidup hingga satu minggu jika tinggal di dahak yang berada pada suhu di antara 30-37 derajat celcius.
Pada kondisi gelap, lembap, dan dingin, kuman TB dapat bertahan berhari-hari — bahkan sampai berbulan-bulan.

Siapa saja yang paling berisiko tertular TBC?

Daya penularan TB dari pengidap ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari paru, yang dapat dideteksi dengan pemeriksaan dahak. Makin tinggi derajat kepositifan hasil pemeriksaan dahak, maka makin menular pasien tersebut.
Faktanya, kebanyakan orang telah terpapar kuman TB selama hidupnya, namun hanya 10% orang yang terinfeksi TB akan menderita penyakit ini. Salah satu faktor penentu seseorang bisa terkena TB atau tidak adalah sistem imun tubuhnya. Semakin kuat daya tahan tubuh Anda, semakin kecil kemungkinannya untuk tertular TB.
Orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah biasanya cenderung lebih mudah terinfeksi. Lansia, orang dengan HIV atau AIDS, penderita kanker, diabetes, ginjal, dan penyakit autoimun lainnya berisiko lebih tinggi untuk terinfeksi TBC karena sistem imunnya tidak mampu melawan pertumbuhan bakteri.
TBC lebih banyak terjadi pada laki-laki (60%) daripada perempuan (40%). Proporsi kasus tuberkulosis terbanyak tahun 2016 ditemukan pada kelompok usia produktif (25-34 tahun) yaitu sebesar 18,07%, diikuti kelompok umur 45-54 tahun sebesar 17,25 persen. Kasus TBC juga paling banyak ditemukan pada golongan penduduk yang tidak bekerja dan yang tidak sekolah.

Apa gejala infeksi TB?

Keluhan yang dirasakan pasien TB bermacam-macam, meski ada juga pengidap TB yang tidak mengeluh apa-apa. Keluhan yang biasanya timbul adalah:
  • Demam yang tidak terlalu tinggi, hilang timbul, sehingga pasien merasa tidak pernah bebas dari perasaan demam. Curigai infeksi TB apabila demam lebih dari 3 minggu dan tidak jelas penyebabnya.
  • Batuk/batuk darah, batuk berdahak yang pada kasus tertentu dapat disertai dengan darah.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada. 
  • Nafsu makan menurun, berat badan menurun, berkeringat di malam hari meski tidak kegerahan, nyeri otot.

Pemeriksaan apa yang perlu dilakukan?

Apabila Anda mengalami gejala di atas, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dasar yang dilanjutkan dengan beberapa pemeriksaan penunjang, yaitu:
  • Pemeriksaan darah, tidak memberikan hasil yang kurang sensitif dan spesifik untuk infeksi TB. Basanya ditemukan peningkatan sel darah putih (leukosit) dan laju endap darah.
  • Pemeriksaan dahak, penting untuk menentukan adanya kuman TB, biasanya dilakukan dalam 3 waktu, Sewaktu-Pagi-Sewaktu (SPS).
  • Tes tuberkulin, banyak dipakai untuk menegakkan TB pada anak, namun tes ini bisa  memberikan hasil negatif palsu dan positif palsu. Pemeriksaan ini kurang berarti untuk diagnosis pasien dewasa.
  • Pemeriksaan radiologi, merupakan cara yang praktis untuk diagnosis TB dan rutin dilakukan.
Masih banyak pemeriksaan lain yang bisa dilakukan. Di Indonesia sendiri, diagnosis penyakit TBC biasanya diresmikan dengan melihat gejala, hasil pemeriksaan radiologi, dan dahak SPS.

Kapan saya dinyatakan sembuh dari TB?

Pengobatan TB menggunakan kombinasi antibiotik yang terdiri dari 2 fase dan biasanya berlangsung selama 6-9 bulan. Evaluasi pengobatan TB terdiri atas evaluasi klinik, bakteriologik, radiologik, dan efek samping obat, serta evaluasi keteraturan berobat.
Pasien dinyatakan sembuh tidaknya dari TB di akhir masa pengobatan oleh dokter yang menangani. Setelah dinyatakan sembuh pasien tetap dievaluasi untuk kekambuhannya selama minimal 2 tahun.

Thursday, March 7, 2019

WASPADA TANDA - TANDA KEGUGURAN

Keguguran adalah gagalnya kehamilan sebelum usia kandungan 20 minggu. Biasanya, keguguran terjadi akibat sel telur yang telah dibuahi, tidak bisa berkembang secara alami di dalam rahim. Kondisi ibu yang tidak siap dengan perubahan hormonal selama trimester pertama dan kedua juga bisa menjadi penyebab keguguran. Gaya hidup, pola makan, juga infeksi penyakit tertentu juga bisa mengakibatkan keguguran.
ada beberapa hal yang dianggap mampu meningkatkan risiko
terjadinya keguguran di antaranya:
  • Usia ibu saat mengandung sudah tergolong tua
  • Pernah mengalami keguguran sebelumnya
  • Ibu hamil mengonsumsi minuman ber alkohol
  • merokok saat hamil
  • Terkena paparan radiasi
  • Adanya cedera pada rahim
  • Berat badan ibu terlalu kurus atau terlalu gemuk
  • Adanya kelainan anatomi pada rahim
  • Ibu hamil aktif menggunakan narkoba
TANDA-TANDA KEGUGURAN :
Kram atau kejang perut
Tanda ini
rasanya mirip seperti kram perut pada awal datang bulan. Biasana kram ini berlangsung
berulang-ulang dalam periode waktu yang lama. Kram atau kejang juga dapat
terjadi di daerah perut.
Nyeri pada bagian bawah perut
Rasa
nyeri pada bagian bawah perut terjadi dalam waktu cukup lama. Selain di sekitar
perut, rasa sakit juga dapat terjadi di bagian bawah panggul, selangkangan, dan
daerah alat kelamin. Nyeri ini terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari
setelah muncul gejala perdarahan.
Perdarahan
Perdarahan adalah tanda yang paling umum. Perdarahan yang
terjadi bisa hanya berupa bercak-bercak yang berlangsung lama sampai perdarahan
hebat. Kadang-kadang terdapat bagian jaringan yang robek yang ikut keluar
bersamaan dengan darah. Misalnya, bagian dari jaringan dinding rahim yang
terkoyak atau kantung ketuban yang robek.
Tidak ada gerakan janin
Biasanya, gerakan bayi di dalam kandungan berhubungan dengan
pertumbuhan janin. Hal ini juga mengindikasi bahwa kehamilan berjalan lancar
dan sehat.
Biasanya, gerakan bayi akan terasa pada minggu ke-16 dan minggu
ke-15. Gerakan janin yang terasa di masa kehamilan sebelum 16 minggu juga
dianggap normal, sehingga tidak perlu khawatir.
Di atas usia 24 minggu, frekuensi tendangan bayi akan meningkat.
Karenanya, jika Anda merasa tiba-tiba bayi tidak menendang ketika akan memasuki
trimester ketiga, Anda harus segera menghubungi dokter kandungan

WASPADA KONJUNGTIVITIS PADA MATA ANDA

Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva (membran transparan antara kelopak dan sklera(bagian putih mata) yang menyebabkan pembengkakan, merah dan nyeri.
CIRI-CIRI GEJALA KONJUNGTIVITIS:

Mata lebih berair dari biasanya.
Area putih pada mata menjadi merah.
Mata terasa gatal atau perih.
Lebih sensitif terhadap cahaya.
Penglihatan menjadi lebih buram
FAKTOR-FAKTOR INI MENINGKATKAN RISIKO MATA MERAH AKIBAT KONJUNGTIVITIS:

Kontak langsung dengan air mata,  jari, atau sapu tangan orang yang sakit konjungtivitis
Terpapar alergen (zat pencetus alergi)
PENYEBAB :Penyebab utama konjungtivitis adalah adalah alergi, infeksi virus atau bakteri, dan objek asing. Namun, hal lain seperti tidak menjaga kebersihan mata juga bisa menjadi penyebab konjungtivitis terjadi.
CARA MENGHINDARINYA

Jangan sentuh area yang terinfeksi atau mengucek mata Anda
Jangan gunakan lensa kontak sampai pengobatan selesai. Anda mungkin juga harus mengganti lensa kontak Anda atau kotak penyimpanannya
Hindari kontak langsung dengan siapapun jika Anda menderita mata merah. Gunakan sapu tangan atau tisu untuk membersihkan kotoran mata
Sering cuci tangan
Buang kosmetik mata yang sudah lama dan jangan berbagi kosmetik mata dengan orang lain
Hindari penyebab alergi, jika bisa Gunakan pengobatan sesuai yang diinstruksikan

Wednesday, February 27, 2019

Jenis dan Manfaat Menggunakan KB

Pengertian Keluarga Berencana (KB) menurut UU No.10 tahun 1992 (tentang perkembangan kependudukan dan pengembangan keluarga sejahtera) adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP),pengaturan kelahiran,pembinaan ketahanan keluarga,peningkatan kesejahteraan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

JENIS KB :

Menggunakan alat :

1. kondom 

terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet),plastik (vinil) atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat berhubungan seksual. Manfaatnya kondom sangat efektif bila digunakan dengan benar dan murah atau dapat dibeli dengan mudah. Sangat bermanfaat untuk mencegah dari penularan seksual.

2. Suntik 1 bulan dan 3 bulan
  
Alat kontrasepsi ini sangat efektif selama tahun pertama penggunaan suntik KB. Alat kontrasepsi suntikan juga mempunyai keuntungan seperti tidak perlu menyimpan obat suntiknya dan jangka pemakaian bisa dalam jangka panjang.

3. IUD/Spiral

Alat KB yang dipasangkan dalam rahim dan tidak mengandung hormon dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama yaitu sekitar 5 tahun. Penggunaan alat KB ini harus rutin kontrol/usg jika terdapat keluhan saat pemakaian KB.

4. PIL (biasa dan untuk menyusui)

Memiliki manfaat tidak mengganggu hubungan seksual dan mudah dihentikan setiap saat. terhadap kesehatan risikonya sangat kecil. namun harus rutin minum setiap hari secara teratur yaitu 1x dalam sehari.

5. tubektomi 
Kontrasepsi ini adalah prosedur dengan memotong,mengikat, atau memasang cincin pada sluran tuba fallopi untuk menghentikan fertilisasi (kesuburan) seorang perempuan. Manfaatnya sangat efektif, baik apabila kehamilan akan terjadi risiko kesehatan yang serius dan tidak ada efek samping yang serius.

6. Vasektomi
Vasektomi adalah tindakan KB yang dilakukan untuk meghentikan aliran sperma dengan cara menutup saluran vas deferens pada pria. Hal ini memerlukan tindakan medis atau operasi dan bersifat permanen.Bagi pasangan yang tidak ingin memiliki keturunan lagi biasanya akan menggunakan cara ini sebagai salah satu pilihan untuk mencegah kehamilan. Oleh karena bersifat permanen maka harus lah berpikiran yang matang untuk mengambil keputusan untuk vasektomi ini.

Tanpa Alat :

1. Senggama terputus

Merupakan suatu cara dengan mengeluarkan alat kelamin pada saat puncak senggama. Hal ini bertujuan agar sperma dari kelamin pria tidak dikeluarkan di liang vagina. Namun cara ini kurang efektif karena pria belum tentu tau kapan spermanya akan keluar.

2. KB kalender

Dengan cara tidak melakukan senggama saat istri sedang masa subur. Namun cara ini juga kurang efektif karena terkadang wanita tidak teratur siklus haidnya dan kurang terampil dalam menghitung masa suburnya.


MANFAAT KB :

1. MENCEGAH PENULARAN PENYAKIT BERBAHAYA
2. DAPAT MENENTUKAN KUALITAS SEBUAH KELUARGA
3. MENURUNKAN RESIKO KEHAMILAN